Jejaring sosial Facebook memang manjur. Baru sekejap Djaduk Ferianto (45) menulis di statusnya, puluhan komentar muncul dari berbagai kota. Ia hanya menulis singkat tentang rencana pertunjukannya bersama Orkes Sinten Remen di Bentara Budaya Jakarta, Kamis (5/11) ini mulai pukul 20.30 malam. Judul pementasan itu memang menarik: ”Buaya Keroncong Gendong Cicak”. Bakal tampil pula aktor Butet Kartaredjasa.
”Kita cuma mau guyon saja, kok. Gatel, kan, kalau tidak ikut berkomentar?” tuturnya. ”Siapa pun kita undang untuk nonton dan terlibat, dan gratiiiisssss....”
Mungkin orang membayangkan tontonan musiknya bakal seru seperti biasanya, yaitu penuh satir, banyolan, dan sindiran menyangkut perkara yang tengah hangat di media massa. Mungkin juga banyak yang terdorong menonton karena musiknya memang menjanjikan sebuah pergulatan di dalam merevitalisasi musik keroncong. Di dalamnya ada unsur-unsur jazz, rock, blues, bahkan dangdut, yang lalu lalang dengan leluasa.
”Garapan dan aransemen kita buat bebas, mengarah ke mana saja boleh, asal bagus,” ujar Djaduk tentang orkesnya yang sering disebut sebagai liar, edan, tetapi membuat kangen. (EFIX)